the secret: gettin’ what i want

whoiamandwhatiwant01.jpg

sodara2,

sekitar sebulan lalu saya bertemu dengan teman saya ini. lama ndak jumpa, kami terjebak dalam obrolan menyoal ‘negeri di awan’, yaitu soal hidup dan kehidupan yang kian ndak jelas. sampe pada akhirnya teman saya ini mengatakan, “beli dan bacalah buku the secret! kontemplasikan *halahh* dengan kehidupan kita selama ini. buku ini luar biasa..

ah, masak sih? begitu pikir saya. semula saya ndak begitu tertarik. lha gimana mau tertarik, ngasih kerjaan kok mbaca buku..😦 tapi karena beberapa kali bertemu dan selalu ditanya, akhirnya saya sempet-sempetin ke Toga Mas. dan saya pun mendapatkan buku termaksud itu.

sodara2,

thesecret.jpgterlepas dari pembahasan religiusitas, percayakah sampeyan jika semua yang sudah sampeyan ‘dapatkan’ dalam kehidupan ini adalah pengejawantahan pikiran sampeyan sendiri oleh semesta ini? konon katanya, tak banyak yang mengetahu ‘Rahasia‘ ini. pencapaian hidup (entah materiil-spirituil-atau apalah…) merupakan pencapaian diri sendiri. seluruh keinginan manusia disediakan oleh semesta ini. melalui pikirannya, manusia menariknya dari semesta. “pikiran menjadi sesuatu!” (hlm. 10)

the law attraction/hukum tarik-menarik.. kurang lebih itulah kata kunci dari apa diurai dari buku ‘The Secret‘ karya Rhonda Byrne ini. manusia dalam pikirannya memiliki frekuensi magnetis terhadap semesta. keinginan manusia akan terpenuhi oleh semesta ini. (duhaaiii, semesta.. kamu baik deh.. :P)

buku–yang sepertinya lagi rada booming plus heboh ini–ini mengatakan bahwa semesta menyediakan semua yang diinginkan dan dipikirkan manusia. sebagai contoh, saya ndak akan menunjuk siapapun. tapi lebih kepada saya saja. sebagai manusia yang memiliki ‘nafsu’. saya seringkali mengumbar keinginan-keinginan. tapi apa yang saya dapatkan? ternyata berkebalikannya.

keinginan saya: saya tidak ingin sedih
hasilnya: saya mendapati kesedihan yang semakin dalam

kenapa? menurut buku, yang versi bahasa indonesia diterbitkan gramedia ini, semesta merespon frekuensi pikiran saya (sedih) tersebut. ternyata, keinginan saya tersebut lebih dominan kadar negatifnya, atau barangkali ini memang kalimat negatif. sehingga justru yang tervisualkan adalah katatidakdan sedihtersebut. semesta justru memberikan saya kesedihan lebih dalam lagi.

menurut buku sudah difilmkan ini, mestinya saya mengumbar keinginan dalam pikiran yang positif. misalnya dengan ujar-pikiran bahwa, saya ingin bahagia..’ dan semesta akan menjawab dengan memberikan saya kebahagiaan yang berlimpah.. asikk!!

hemm.. saya baru tahu kalau ternyata keinginan saya itu lebih didominasi pikiran negatif. welehh.. saya merasakan aura pencerahan.. halahh..

tentu saja keinginan dan kebutuhan setiap orang berbeda-beda. ada yang menginginkan kemakmuran. ada yang ingin kekayaan, derajat dan pangkat. ada pula yang ingin sekadar nyaman ketika bekerja di kantor. atau ada yang menginginkan jodoh. maka mintalah.. bukan kepada siapa-siapa. tetapi kepada semesta melalui pikiran sampeyan.

sodara2,

kurang lebih itulah yang dapat saya serap dari buku setebal xvii da 238 (yang sepertinya lagi rada booming plus heboh itu). artinya terdapat sensasi tentang kemanjuran maupun ‘ekstase’ yang dihadirkan buku itu. munculnya pendapat-pendapat yang mengamini maupun menolak itu wajar.. bagi saya, saya hanya ‘menyerap sesuatu‘ dalam buku ini untuk saya saja. seperti saya menyerap medium pengetahuan yang lain atau ucapan-perkataan yang tersirat dan tersurat dari sampeyan.

OOT: jika sampeyan yang kebetulan seorang praktisi motivator, saya yakin sampeyan pasti sudah membaca buku ini. maka, sampeyan ndak usah menilai pembacaan saya atas buku ini. bagi yang belum membaca dan merasa tertarik, sampeyan beli aja. terbitan gramedia, harganya relatif murah untuk buku versi soft cover yang kalerpul ini, 39.900 ribu (harga diskon lho).

ealaahhh.. maaf ya.. kok saya malah nyuruh-nyuruh sampeyan sih? akhirnya, dalam pikir saya berujar, ‘saya ingin bahagia.

bagaimana dengan sampeyan? apa keinginan sampeyan kepada semesta ini?

*) ilustrasi dari sini dan cover buku dari sini.

10 responses to “the secret: gettin’ what i want

  1. saya ingin keseimbangan alam semesta mbah, muluk ga sih?

    waton angine pas wae mas..πŸ˜€

  2. saya pesen di inibuku.com, katanya lagi kosong. di kutukutubuku.com ada, tapi mereka ngirim email, ‘jangan transfer dulu duitnya, yah? tunggu konfirmasi lagi dari kami’.

    udah konfirm lagi blm?

    BELUM. DAN INI UDAH SEMINGGUAN SAYA NUNGGU.

    entuk ora sih sakjane aku tuku ‘the secret’???? kok semesta mempersulit. halah.

    haduhh.. mudahan sampeyan mendapat segala kemudahan, mbok..πŸ˜›

  3. jd kesimpulannya layak baca kan? ya sudah melok tuku nek ngunu

    melok? tapi dandannya ndak usah menor lho..πŸ˜›

  4. Saya pingin baca buku ituπŸ˜€

    iki dudu adakadabra kang..πŸ˜€

  5. @venus:
    OOT. kiriman paket per tgl 1 oktober katanya stop. dadi dipending sik ae nek ate pesen2.

  6. weh weh kabeh2 the secret.

  7. eh udah beli akhirnya…semoga bisa berguna

    nuwun.. nanti kalo saya mampir, gratis kopi lhoo kang.. wakakakakak

  8. so…..
    well……

  9. saya bahagia kok.. ^^
    itu kan manajemen pikiran.. ^^

  10. saya pingin banget komen di sini
    gene kie yo tetep komen.
    rumuse ra kanggo mbah. larang pisan.

    *obongobongobong*

    lha ini apa?πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s