menikah kenapa tidak

(mumpung beberapa waktu lalu lagi musim kawinan..)

al kisah yang lain tentang pasangan kekasih setro dan cempluk.. bagi yang belum tahu siapa mereka, klik di sini..

sore itu di tempat ‘paporit’ yang-yangan mereka, di pinggir kali cilik itu…

mas, kita sudah cukup lama yang-yangan ya?” tanya cempluk kepada setro.
emang kenapa?” bloon setro.
lhohh?! apa mas ndak ingat? hari ini kan satu tahun kita resmi yang-yangan..
njuk ngopo?” setro menjawab datar.
idihhh.. kita kan sudah cukup lama yang-yangan. apa mas ndak coba berpikir lebih jauh?” manja cempluk coba merangsek.
jauh apanya? lha wong kita juga tetangga kok..
ya tentang hubungan kita ini.. tentang menikah itu” lanjut cempluk.
owaalahh.. soal itu to?
“lha iya lah.. apa mas ndak pengin kayak si wakinem sama borsiman itu? mereka menikah setelah yang-yangan selama enam bulan saja kok..
halahh.. jadi kamu pengin tak nikahi to dek?” plongo setro.
ya iya lah.. secara menikah, ndak ku ku gitu loghh” cempluk mulai ngomong dalam bahasa gaulnya.
hemm..” setro jadi sok serius, matanya menatap tajam butheknya air kali cilik itu..

mereka kemudian terdiam dalam pikiran masing-masing.

setro tiba-tiba berdiri dan berjalan dua langkah.. tangan kirinya kemudian memegang batang pohon jambu. sedangkan tangan kanannya mengelus jenggot 16 yang ada dagunya sebagai petanda bahwa sedang berpikir.. kenapa jenggot 16? karena memang jenggot di dagu setro cuman 16 helai..

sedangkan cempluk malah mengeluarkan henpon barunya yang berkamera itu. dan cempluk pun mulai sibuk-asikk sendiri. ia mulai berpotret diri.. kepalanya digeleng ke kanan, geleng ke kiri.. matanya dikerling ke kanan ke kiri, senyam-senyum, cengar-cengir yang dibuat-buat yang justru lebih tampak seperti kayak kuda nyengir..

tak lama kemudian setro kembali duduk di tempat semula di sebelah cempluk yang segera menyudahi kesibukan itu..

dek cempluk..” panggil setro begitu dalam.
bagaiapa mas?” saking penuh harap, jawaban cempluk belepotan antara ‘apa’ dan ‘bagaimana’. cempluk begitu berharap perencanaan pernikahan sebagai topik pembicaraan..
aku belum siap dek..
siap soal apa sih, mas? bukankah kita udah sama-sama tahu, memahami dan saling menerima tentang kekurangan dan kelebihan kita..”
penghasilan dari serpis macul kangmas juga lumayan.. skedul dan klien juga sudah thirik-thirik.. warung lotek saya sudah mulai banyak pelanggannya.. nah, apa lagi?
bukan itu maksudku, dek…
halahh… makin mbulet lagi deh?” cempluk coba ndak sabaran.
gini dek… aku belum siap menjadi kayak borsiman itu..” jelas setro..
emang borsiman kenapa?
kemaren aku ngobrol sama borsiman.. intinya borsiman berkeluh kesah. ia sekarang ndak bebas dolan ke cakruk meskipun pas jadwal rondanya..
ahh.. kalo soal itu sih yang kebangeten ya wakinem.. ndak bakal aku berbuat begitu kayak gitu..” defence cempluk untuk meyakinkan setro-nya..
bukan itu.. tapi ada yang benar-benar membuat borsiman suaambbaat..
trus apaaa??” nada cempluk mulai meninggi.
aku takut bernasib sama seperti borsiman.. bayangkan, ia seringkali harus bersepeda sejauh 7 kilo ke pasar dekat kelurahan itu.. hanya karena ke konter untuk mbeliin pulsa istrinya..” jawab setro sambil nyengir..
halahhh… ngeceee...” jawab cempluk sambil nyubit gemes ke lengan setro..

dan mereka pun tertawa bersama…

ilustrasi komik yang ndak ada hubungannya itu dipinjam tanpa ijin dari sini.

9 responses to “menikah kenapa tidak

  1. Lha itu berarti nikah berat di pulsa😀

  2. bwakkakakakkak, **guling-guling**
    cintaku berat di ongkos

  3. pulsane tuku nang aku wae mbah. bayare transfer gak usah mancal

  4. Gimana yang di negeri si bau kelek dong? berat banget di ongkos😀

    Ayo yang sedang diajakin nikah –> dilarang jual mahal lama-lama😀

  5. wakakakakakkakakakakaka… jawaban yg bagus tu mbah hahahahahahhaa

  6. mbah nikah itu enaknya cuman 5 % aja .sisanya 95% enaaaaaaaak banget.mbah kan dah mebuktikan sendiri tho.hehehehe…….

  7. lho nek wis nikah kan gak butuh sms-an to mbah. henpone cukup nggo gawe 3gp wae. wahhiihi

  8. Nek henpon-ne diganti kenthongan opo kaleng dibenangi wae piye mbah, dadi ndak usah beli pulsa ke kampung sebelah.

  9. sampeyan pengenan yo mbah…mentang-mentang lagi musim kawin njuk situnya terus kepengen menikah gitu ? wekekeke…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s