iya adalah tidak

al kisah tentang sepasang kekasih setro dan cempluk.

setro dan cempluk sebenarnya adalah tetanggaan. mereka tinggal dalam satu rt. meski beda nasib, namun orangtua keduanya tetap saling menghormati. minimal, ndak pernah ketahuan ngomong miringnya.

setro yang berambut ikal cenderung keriting itu adalah anak seorang pensiunan mantri hewan dan sempat mengenyam perguruan tinggi tapi mogol alias ndak lulus. kenapa tidak meluluskan diri, saya pun ndak tahu.. kalo bicara seringkali ndak jelas karena sok intelek dan berlagak-lagu bak filsuf.

si cempluk sebaliknya, perempuan yang sebenarnya lugu, cenderung pragmatis adalah suka berpanampilan laiknya gadis kota. maklum, sebagai anak seorang terkaya dan terpandang di dusunnya, ia ndak mau dianggap ketinggalan jaman. cempluk yang mengenyam pendidikan hingga diploma tiga itu suka maksa mode banget. (haduhh.. saya malah bingung menjabarkannya..) satu kali cempluk pernah bikin heboh ketika terlihat mengirim makanan buat buruh garap sawahnya. waktu itu memakai kaos “yu ken si(atau tank top sih?) warna merah, celana jean ‘kuning’ ketat-mlithit dan sepatu putih berhak tinggi.

orang-orang yang saat itu sedang di sawah ndak ada yang berani mengatainya? maklum, dari keluarga terpandang. paling cuman mbatin, “wuihh.. coba kalau seharian mbak cempluk itu di sawah.. burung-burung emprit itu pasti ndak pada berani ngrusui padi yang mulai kemuning ituh..”

***

setro dan cempluk adalah sosok pasangan selebritis di dusunnya. semua warga mengetahui hubungan mereka. semua meski sebenarnya orangtua si cempluk ndak setuju pada hubungan itu, namun ke-ndableg-an si setro meniadakan segalanya.

meski pernah mengenyam pendidikan dan pergaulan di kota, tetap saya mereka ndeso. lihat saja, mereka ndak pernah jalan-jalan ke mall atau nonton biyoskop. mereka justru sering terlihat jalan-jalan di galengan (pematang) sawah. sambil lempar-lemparan gebal (itu lho.. tanah di sawah yang agak keras.. halahh).

kalu tidak, mereka menghabiskan waktu seharian sambil ngobrol di pinggir kali cilik di pinggir desanya. air kali itu sebenarnya ndak pernah bening. tapi dasar orang lagi asik-asiknya, tetap saja, mereka sok romantis.. (huhh!)

***

suatu sore di pinggir kali itu, setro dan cempluk terlibat dalam satu perbincangan..

“mas, benarkah kau mencintaiku?” tanya cempluk sambil mencubit mesra..

“iya, dek.. aku mencintaimu..”

“terimakasih, mas.. aku bangga karena kau telah mencintai diriku sepenuh hatimu..” bangga cempluk sembari memegang erat tangan setro.

“tentu saja, kau harus bangga dengan itu,” jawab setro sok cool.

“kalo boleh kutahu, kenapa mas mencintaiku?”

“ah, sudahlah.. ndak usah dipertanyakan soal itu..” jawab setro dengan dramatisnya, memalingkan tatapan matanya ke aliran kali nan keruh itu.

“lhoh? kenapa, mas?” cempluk mencoba menatap mata setro.

“jawabanku pasti adek katakan absurd..” jawabnya tanpa menghiraukan kekasihnya itu. justru ia matanya makin picing pada sesuatu yang terapung di kali yang keruh itu.

“kenapa mas enggan menjawab? jawab dong, mas.. sesingkat-singkatnya saja,” sang gadis menarik lengannya untuk agar perhatian laki-laki itu tidak lagi pada benda warna kuning semu ijo yang terapung tadi.

“aku paling ndak bisa menjawab dengan singkat.. cobalah meminta jawaban sederhanaku saja..” setro mulai sok filsuf.

“halahh.. kebanyakan baca puisinya sapardi nih!” cempluk coba mencela yang ditanggapi dengan dingin oleh setro.

“ya wis.. terserah deh.. pokoknya jawab saja..” rengek cempluk.

“baiklah, kalau kau paksa aku,” jawab setro sambil menghela sedikit nafas.

“nah, gitu donk.. kenapa mas mencintaiku?” cempluk pun menanti penuh harap.

karena aku tidak pernah mencintaimu,” jawabnya datar

“maaasss…”

wuingg… byuuurrrrr

tiba-tiba, cempluk melempar setro ke kali itu.. muka setro pun mengenai benda kuning-ijo itu.. cempluk pun langsung mbradhat pulang ke rumah. sesekali ia menengok ke arah setro yang gelagepan. ia mengisak air mata bohong. kenapa bohong? karena dalam hatinya, cempluk bangga dengan lemparannya tadi..

“dek cempluk, aku kan sudah njawab dengan sederhana dan … ughh ughhh…”

ah, ternyata (***** demi kesopanan, maaf sensor *****) mampir ke mulut si setro.. itulah kenapa jawaban setro menjadi tidak lengkap..

***

sodara2, kira-kira terusan jawaban si setro itu apa yak?

gambar dipinjam dari sini dan sini.

18 responses to “iya adalah tidak

  1. wah… jadi sebenernya itu….. uugh… mbbllrrpp…… bbb… eepp….. hugghhh… ughh… llerrrppp… bbbepep….
    (maklum di mulut saya ya ada ijo2 ama kuning2)

    halah..

  2. huahauahua, iki opo to pakdhe?

    lha mbuh..

  3. aaaa…jorok niiihhh….
    arggghhhhhhhhh……..

    bukan.. bukan itu maksudnya.. halahh

  4. nggilani….
    njijik-i……
    drama percintaan kok ending-e ngono

    sebenernya value yang mau disampaikan bukan ke situ, mas..

  5. ha ha ha
    * sakjane bingung *

    biar ndak bingung, jungkatan sikik, mas..๐Ÿ˜›

  6. @ simbok venus & mas sandat
    terimakasih.. ternyata bener2 njijik’i.. sekarang badan sensor atemodikaran sudah bertindak..

  7. Laki-laki itu kalo ditanya “kenapa mencintai aku?” pasti ga bisa jawab. Sampeyan juga gitu kan, mbah?๐Ÿ˜€

    ndak tau mas..๐Ÿ˜€

  8. he๐Ÿ™‚ iwak opo yuyu kangkang opo gedang goreng .. mbah?

    lemper mas..๐Ÿ˜€

  9. Wahahaha wHAHAHA wahahahaha……………..setro kenopo to mbah….?

    sajak’e keplepekh..

  10. maap dik cempluk, ada bekas cabe nyangkut nih, bwuah bwuah bwuahhh๐Ÿ˜€

    sampeyan ndak usah curhat gitu mas…๐Ÿ˜€

  11. mencintai orang lain pada dasarnya adalah mencintai diri sendiri. kehilangan yang dicintai, tidak menyakiti yang dicintai secara langsung, tetapi menyakiti diri yang mencintai.

    jadi, cinta pada dasarnya adalah wujud egoisme romantis.

    *wah aku iso serius bwahahahha* ijo-ijo meluncur mbah! grp grp!
    mesti langganan kaskus! hahahaha

    sampeyan kok malah lebih mbulet dari setro to mas?
    eniwe, bagi yusernem dan paswot kaskusnya donk ah..๐Ÿ˜‰

  12. ah setro mbulet, kabeh wong lanang yo mbulet๐Ÿ˜›

    lhah? meh lempeng-lempengan po’o?๐Ÿ˜›

  13. Yu Kensi itu adiknya Yu Satinem. Salam untuk Miss Cempluk ya.

    sama yu satinem aja ya, pam?

  14. mbok menowo, “thanks, top !”๐Ÿ™‚

    nek pak menowo piye, mas?๐Ÿ˜€

  15. bwakakakkaka.. lucu .. plus nji jik i…
    dipelem no luci iki..

    :p

    terlebih lagi kalo sampeyan berperan sebagai cempluk..๐Ÿ˜€

  16. yaik…..jijay bajay dech

    tapi btw aku kasi jempol dech, Lucu lumayan lah hehe…btw lam kenal yach๐Ÿ™‚

    lhoh? bajaj sampeyan kok malah ditinggal?๐Ÿ˜›

  17. hihihihihi…*****..oalahhh toblas toblas…

  18. trus ini ada lanjutane ngga nich ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s