setahun

reguduk.. regudukkk.. hururgrugurgrugg… hururgrugurgruggg…

begitu kira2 ingatan saya tentang suara getar bumi pada tanggal 27 mei 2006, pukul 05. 57 wib. setahun lalu, kuasa alam berdurasi kurang lebih 52 detik itu telah meluluh-lantakkan sebagian hasil peradaban di yogyakarta (bantul, gunung kidul, sleman, kodya) dan jateng (klaten).. indonesia berduka!!

50-an detik itu telah membalikkan banyak hal.. meninggalkan duka dan persoalan yang kompleks-panjang bagi sodara2 kita hingga detik ini..

‘titik nol’…

seperti itulah kira2.. kembali ke titik nol..

dan setelah genap setahun, kejadian itu diperingati hari ini.. mari kita tunduk kepala dalam-dalam..

sodara2, sekadar nggedabrus saja, suara dan getar itu membangunkan saya, padahal saya baru mulai tidur pukul 5 pagi.. saya berlari terhuyung2, bukan karena baru tidur kurang dari satu jam. tapi karena getaran itu begitu kuat..

ketika saya sudah keluar rumah, saya ingat bapak, simbok dan adik saya masih di dalam.. halahh… saya masuk lagi ke rumah dan menggedor2 pintu dan berteriak.. “lindu.. lindu.. lindu..”

ternyata, simbok dan adik saya dah bangun tapi ndak bisa keluar. katanya, saking paniknya.. tapi ketemu bapak, saya malah agak gumun.. saya justru melihat bapak saya malah sedang memegang dan menggigit kuat-kuat kayu kaki tempat tidur.. lhah?

ketika gempa itu sudah reda, saya bilang, “pak.. pak.. ayo keluar..”

baru setelah itu, bapak saya melepas gigitannya di kaki tempat tidur itu.. setelah itu kami membahas tindakan bapak saya itu. dan ternyata cuman dijawab, ‘orang2 jaman dulu kalo ada gempa ya kayak gitu..’

sodara2, beruntung bagi kami, karena rumah kami tak mengalami kerusakan yang berarti..

ya, itu setahun lalu..

sodara2, pelajaran baru bagi saya tentang keyakinan dalam masyarakat jawa dalam menghadapi gempa. inikah “safety reaction dari disaster management” ala orang jawa? nyokot sikil amben! entah benar atau tidak, saya ndak mau mbahas..

2 responses to “setahun

  1. gempa taun lalu itu bikin saya panik, secara banyak temen di sana, ga ada satupun yg bisa dihubungi…

    tapi sampeyan ndak coba menghubungi saya to?😛

  2. saya juga tidak menduga plus gumun, merapi tetangga simbah itu yang terbatuk-batuk malah tidak juga ngglegek eee. malah gempa yg datang… whatever… ternyata feeling mbah marijan tepat, bravo mbah!!!

    mbah maridjan gitu loghh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s