valentine day

sodara2, saya pertama merayakan valentine day waktu sma dulu. itupun hari valentine dirayakan secara bareng-bareng. karena, kebetulan siswa di sma saya itu muridnya laki-laki semua, jadi ‘valentine day’ dirayakan bersama para siswi dari sma di sekitar kotabaru, yang siswinya perempuan semua.

biasanya, tanggal 14 januari (sebulan sebelum hari h-nya valentine) salahsatu teman sekelas saya sudah sibuk mencari kelas pasangan dan kemudian bikin panitia yang bertugas mengatur semua (biaya, waktu dan tempat).

duess… tiba saatnya, valentinan bersama… acara biasanya dimulai dengan perkenalan, lalu permainan (saya sudah lupa), makan-makan, dan ditutup dengan slow-dance (“hayahh opo kwi??,” begitu kata batin saya pertama kali denger istilah itu).

saya baru tau setelah salah satu teman sekelas saya ngasihtau kalo itu adalah dansa (!) tapi pelan-pelan… halahh.. acara terakhir ini, slow dance, adalah puncak acara.

slowdance?? dansa pelan-pelan?? gampangkah?

bagi yang cukup handal ‘membelit’ hati wanita akan terasa mudah mengajak para siswi untuk ber. tapi bagi yang modal pas-pasan dalam tampang maupun skill nggambliss, ya siap2 saja jadi penonton yang budiman, termasuk saya ini.. paling2 cuman mbisik-mbisik, “eh, si itu cantik ya?” “eh, si itu kamu kenal ndak?” atau “eh, si itu rumahnya mana sih?” halahh

dari sedikit hal yang mengesankan saya (tidak usah saya sampekan di sini. rahasia!! hehehehe), kebanyakan berjalan biasa saja. entah bagaimana kesan teman2 sekelas yang lain saya ndak tau. toh, kami juga tak pernah mendiskusikan lebih dalam… tapi, paling tidak momen ini jadi semacam tradisi di sekolah kami dan di tempat-tempat lain.

sekadar cerita valentine di tahun ini

saya hanya merayakan valentinan pas sma itu. setelah lulus, nggak pernah.. biasanya saya tahu kalo ada teman yang kirim ucapan valentine kepada saya (makasih ya? :-p ). lalu, ucapan teman itu saya forward ke teman yang lain. dan selesai..

memang, kebanyakan orang dibuat sibuk dengan hari itu. kebanyakan soal memikirkan momen dan kejutan apa yang sekiranya spesial. entah dari tempat perayaan sampai pilihan gift apa yg punya kadar super istimewah. soal berburu bunga dan coklat itu sudah biasa, makanya ndak usah dibahas…

“hari kasih sayang mesti dirayakan bersama pacar,” kata satu teman saya dengan elegannya..

tapi, yang nggak punya pacar atau pasangan gimana ya? ada yang memilih merayakan bersama keluarga, teman dekat, dan tentu saja tidak merayakan.

tapi ada pula yang agak ‘maksa’ merayakan lho. entah biar dibilang “gaul” atau apa ia tetep “merayakan hari valentine”. dan sampai-sampai ada yang harus bohong dan membuat alibi. “aku bilang kalo pergi ke cafe biar dikira valentinan bareng pacar, padahal aku ke warnet. itu cuma alibiku saja,” katanya.

walah iyungggg? gumun saya jadinya…

saya jadi ingat kata gus dur, “gitu aja kok repot..”

2 responses to “valentine day

  1. krenn abz…

  2. coba deh valentine an di GWK Bali heheheh. Uenak tenang…..
    lam kenal ya…
    iseng2 lancong ke blog ku ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s