gumun in Gatra

Bebas

Yudhistira ANM Massardi
MESKIPUN Mahkamah Agung (MA) sudah menerima kasasi, dan membebaskan Akbar Tandjung dari segala dakwaan, masih banyak orang uring-uringan. Tak cuma salah seorang hakim agung, Abdul Rahman Saleh, yang membuat dissenting opinion. Salah seorang rekan Joko Parepare (JP) pun kirim SMS: “Turut berdukacita, atas kematian hukum dan keadilan di negeri ini!”

“Republik Indonesia sudah kecebur got!” kata Maman Halmahera (MH).

Tetapi, kata Bang Akbar, dan juga Pak Habibie: Kalau kita tidak tunduk, hormat, dan percaya kepada keputusan MA, mau ke mana lagi…? Mau jadi apa republik ini…?

“Tenaaang…, dunia belum kiamat!” kata JP kepada rekannya, murid Mpu Peniti. “Ojo kagetan (jangan gampang kaget), ojo gumunan (jangan gampang heran), ojo dumeh (jangan mentang-mentang)…. Business as usual…!”

GATRA (Dok. GATRA)

TETAPI, dengan kebebasannya, banyak orang yakin, Bang Akbar bisa dengan mudah menyapu bersih para pesaing dalam konvensi calon presiden Partai Golkar. Sri Sultan HB X pun serta-merta mengundurkan diri.

Tetapi, Wiranto, Prabowo, dan Surya Paloh bertekad maju terus.

“Tidak ada pilihan lain. Mandeg ajur (diam remuk), mundur kewirangan (mundur malu)…!” kata MH.

Nglurug tanpa bala (menyerbu tanpa pasukan)…!” kata JP.

Menang tanpa ngasorake (menang tanpa merendahkan)…!” kata MH.

Ojo rumongso biso, ning ora biso rumongso (jangan merasa bisa, tapi tidak bisa merasa)…!” kata JP.

“Uh! Kita orang ngomong apa sih? Kayak Orde Baru!” kata MH.

Cucakrowo akeh wulune…!”

GATRA (Dok. GATRA)

TETAPI, melihat masih lemahnya kekuatan partai-partai alternatif dan para tokohnya, ada yang menghidupkan kembali wacana lama, DMA (duet Mega-Akbar), mengimbangi wacana baru, ABM (asal-bukan-Mega) dan ABA (asal-bukan-Akbar).

“Berarti, kesempatan para kandidat lain, asal bukan politikus busuk, masih besar?”

“Bacanya bukan begitu. Ini politik, Bung!”

“Bacanya bagaimana? Memangnya, ada meta data-nya seperti foto porno artis sinetron?”

“Itu dia! Nek digoyang serrr, serrr, aduh enake…!

One response to “gumun in Gatra

  1. hihihi.. ada yang kerasa sama tulisan saya,
    santai mas,
    saya juga mnganggap bahwa gumunan itu bagus kok, selalu mengingatkan kita bahwa selalu ada yang lebih baik, ada yang lebih tinggi, ada yang lebih kuat, ada yang lebih pintar, ada yang LEBIH dari yang saat ini kita hadapi. Sehingga kita bisa dekat dengan rendah diri.
    Betul kan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s