gumun + tergumun-gumun = gumunan

Jawa – Flores, Siapa yang Bodoh?

November 21, 2007 · 20 Comments

mbahatemo: ini cerita tentang peristiwa nyata yang senantiasa membuat saya dan teman-teman ngakaak jika mengingatnya. terjadi sekitar 7 tahun lalu di salahsatu ruang senat mahasiswa di kampus ini. kebetulan teman ini sudah menceritakan. jadi saya ndak perlu repot bercerita. dengan ijinnya, copy-paste pun saya lakukan.

Jawa – Flores, Siapa yang Bodoh?

Cerita tentang bahasa yang menimbulkan kekacauan kecil. Semasa aktif di Senat Mahasiswa, saya punya teman dari Flores bernama Bastian dan seorang Jawa tulen bernama Novan.

Siang itu di ruang Senat, Novan berencana keluar untuk makan siang.
Bastian : Van, titip makanan yah?
Novan : Mau makan apa, Bas?
Bastian : Apa aja deh, pokoknya jangan sama ikan. (Bastian alergi ikan).
Novan : Okey!

30 menit kemudian…
Novan : Ini, Bas. (sambil nyerahin bungkusan kertas warna coklat).
Bastian : Thanx, Van. (dibukanya bungkusan, siap untuk menyantap).

Tiba-tiba…
Bastian : Lho Van, gimana sih? Kan aku bilang jangan sama ikan. Ini koq malah isinya sayur sama ikan?
Novan : Lha kan kamu yang bilang sendiri, pokoknya jangan sama ikan. Yaudah, aku belinya sayur sama ikan. (Dalam bahasa Jawa, jangan berarti sayur).
Bastian : Maksudku tuh jangan pake lauk ikan!!!
Novan : Lha iya bener, ini kan juga jangan pake lauk ikan!!!
Bastian : Aku kan gak doyan ikaaaannnnn!!!
Novan : Lha mbuh, kowe pesene jangan karo iwak koq! (ya nggak tau, kamu pesennya sayur sama ikan koq)

Saya cuma geleng-geleng sambil tertawa dan berpikir, siapa sebenarnya yang bodoh…

mbahatemo: entahlah, saya selalu tertawa ngakak ketika ada teman yang bercerita soal itu. yang saya tahu, bastian benar-benar tidak menyentuh (baca: makan) ikan tersebut. dan semua orang yang ada di situ ngakaakk semua.. bastian dan novan di manapun kalian berada, apakabar? :D

silakan baca cerita aslinya di sini.

Categories: cerito · mbiyen