gumun + tergumun-gumun = gumunan

simbok saya ultah

November 20, 2007 · 19 Comments

happy-birthday.jpgritual saling-ucap ’selamat ulang tahun’ bagi sampeyan sekeluarga barangkali sudah hal yang biasa dilakukan. terkadang, barangkali pesta perayaan pun turut memeriahkan.

tapi, momen seperti itu bagi keluarga kami bukanlah hal begitu penting dan musti dilakukan. akhh.. barangkali karena orang ndeso jarang ada acara begituan. kok kayaknya ndak ng-umum-i dan wagu saja. praktis, di antara kami tidak pernah ada saling-ucap selamat ulang tahun. apalagi koor “hepi bertdei tuyu!“, “tiup lilinnya!” maupun “potong kuenya!“. riuh gemanya ndak pernah di dalam rumah kami. kado hadiah? ndak pernah babar blasss.. kikuk rasanya jika ada yang kayak begituan itu..

kami ndak terbiasa untuk ritual seperti itu apabila satu di antara keluarga kami sedang berulang tahun. kalo ingat ya syukur, ndak ingat ya ndak papa.

hari ini adik saya mengirim kabar kalau beberapa hari lalu simbok (ibu) saya berulang tahun. “heh, kemaren simbok ulang tahun lho.. meski telat, segera ucapkan selamat ulang tahun.,” begitu pesan singkatnya. meski agak kikuk memilih kata-kalimat yang tepat dan membuat beliau tersenyum-terhibur, segera saya ketik dan berkirim pesan ke beliau:

“meski telat, selamat ulang tahun yo, mbok.. wiiihh, makin tua aja ya? sehat dan panjang umur ajalah.. hehehe”

akh, dan mungkin karena ndak terbiasa mendapat ucapan seperti itu, simbok saya pun membalas begini, “yo, terimakasih.. hehehe

setelah itu, saya kok malah geli dengan ucapan saya tadi. cenderung kurangajar kelihatannya. tapi, ya harap maklum, beginilah kalo melakukan hal yang tak biasa.. dan sepertinya simbok saya juga cukup terhibur dengan kejutan pagi ini. hehehe

gambar ilustrasi dari sini.

Categories: cerito · salam

19 responses so far ↓

Leave a Comment