gumun + tergumun-gumun = gumunan

monorel

March 16, 2007 · Leave a Comment

belum kelar saya tergumun-gumun sama ‘busway’ ada lagi yang lain, proyek monorel. bener kok, saya belu pernah ngrasakke numpak baswe yang jalannya selalu lancar dan ngebut itu, yang punya jalur sendiri dan kendaraan laen ndak boleh melewati (sedangkan dia seringkali melewati jalur laen yang diperuntukan untuk seabrek kendaraan sudah pada ndak sabaran dan kalo jalur sepi sedikit aja bawaannya sudah biyayakan..)

Awal April, Proyek Monorel Dimulai Lagi, judul ini di koran online ini menggumunkan saya.. setahu saya, monorel cuman sepur yang bisa ngebut di atas satu batang rel.. (mono kan one, satu, siji, sitok.. hehehehe)

ah, (teknologi) peradaban memang ndak bisa ditolak..

berikut berita lengkapnya:

Awal April, Proyek Monorel Dimulai Lagi

Laporan Wartawan Kompas Emilius Caesar Alexey

foto dari kompas.com

dok.kompas/ Riza Fathon

Menggarap Fondasi Monorel Dua pekerja merampungkan pembuatan fondasi monorel di Jalan Gelora, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Keberlangsungan proyek ini semakin tidak jelas karena terkendala beberapa masalah, seperti kurangnya anggaran, pembebasan lahan, hingga terakhir disebut-sebut melanggar undang-undang.

~ ~

JAKARTA, KOMPAS - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengatakan pembangunan monorel di Ibu Kota akan dimulai kembali pada awal bulan April 2007, menyusul dikeluarkannya jaminan proyek oleh Menteri Keuangan. Surat Jaminan ini merupakan syarat yang harus dipenuhi pemerintah provinsi DKI Jakarta, agar kucuran dana dari Dubai Islamic Bank dapat direalisasikan. Hal ini disampaikan Sutiyoso usai ibadah shalat Jumat di Balai Kota, siang ini.

“Saya sudah menerima berita dari sana, bahwa jaminan itu akhirnya dikeluarkan. Mungkin sudah kemarin, mungkin masih belum turun secara fisik, tapi itu sudah di ’anu’- kan oleh Menteri Keuangan. Mestinya awal bulan depan nanti sudah dapat berjalan kita,” kata Sutiyoso.

Seperti diberitakan sebelumnya, melalui PT Jakarta Monorel dari pihak Dubai Islamic Bank sebagai investor proyek ini meminta kepada pemprov DKI untuk dapat memberikan jaminan risiko sebesar 500 juta dollar AS.

Monorel, kata Sutiyoso, merupakan salah alternatif solusi untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Sekali jalan, monorel dapat mengangkut 750 penumpang. Namun, pembangunan monorel diperkirakan tidak akan selesai pada Oktober 2007, sesuai jadwal. Sutiyoso menjelaskan, target pembangunan greenline di tahun 2007 tersebut, berkaitan dengan proyek monorel, sangat sulit untuk direalisasikan karena keterbatasan waktu.

Pembangunan jalur Kuningan-Gatot Subroto-Senayan-Sudirman-Pejompongan-Kuningan diperkirakan selesai 2008. Untuk jalur greenline, dari sekitar daerah Setiabudi menuju Kuningan akan memakan jarak sejauh 14,3 kilometer. Sementara untuk blueline, dari Kampung Melayu ke Roxy mencapai panjang 13,5 kilometer.

Penulis: Glo

Sumber Berita: kompas.com

Categories: media

perdjoeangan statoes

March 16, 2007 · 1 Comment

mas, tolong dibaca… ini tulisan pertama saya yang dimuat di koran ini..

blaikk.. tiba2 seorang teman saya menyodorkan korannya yang telah ia buka pas di halaman pemuatannya. saya pun langsung membaca judul beserta larik-larik hasil kerja jurnalistiknya. isinya tentang apa, ndak usah saya ceritakan di sini..

ya.. ya.. ya.. bagus.. bagus.. mantap.. sampeyan makin mantap aja!, tanggap saya tanpa ragu. teman saya kayaknya bangga sekali karena tulisannya dimuat di korannya yang baru aja launching itu. setelah itu, ia menyodorkan kartunama ‘baru’nya.. reporter..

wah, huebat.. sampeyan skarang sudah diangkat jadi reporter? tanya saya karena terakhir saya denger dia belum juga diangkat jadi ‘reporter’ dan berstatuskan ‘magang reporter’..

belum diangkat kok, tapi masih magang.. katanya agak pelan.

waduh.. saya salah nanya, saya mbatin.. saya jadi gumun, bocah ini sudah bekerja hampir 1,5 tahun kok statusnya masih magang? ndak diangkat-angkat… lha bagemana kalo nanti tiba-tiba ia dianggap lolos seleksi? kok susah begini ya kalo mau jadi reporter?

saya jadi membayangkan beberapa teman saya yang lain yang juga memberikan kartunamanya kepada saya. di bawah nama terdapat satu kata; wartawan atau journalist. padahal ketika saya tanya sudah berapa lama kerja di situ jawabannya, sudah 2 bulan.. alamakk! baru 2 bulan to? tapi kok status sdh wartawan, bukan ‘reporter’ dan bukan pula ‘magang’ seperti teman saya tadi. tapi jadi saya maklum karena (memang) media tempat teman saya bekerja itu termasuk dalam lingkaran elite media di negeri ini.

saya juga jadi ingat teman yang lain lagi, yang langsung blung… bludhung.. mak bedunduk… dan status wartawan di kartunamanya..

ja begitoelah, teman saja saat ini lagi bener2 berdjoeang! kajak bangsa ini di djaman doeloe kala.. tenang adja, boeng! ndak oesah melihat kemoedahan2 jang didapat teman2 saja jang laen itoe.. apa jang mendjadi tjita-tjitamoe akan tertjapai dengan semangatmoe dalam berproses itoe!! aminn.. (halah! opo to iki? lha kok kedua tangan saya jadi menengadah begini sihh?!)

dan nasib orang memang beda-beda… tapi hasil berkarya yang dinikmati di kemudian hari nanti adalah bukan sesuatu yang instan melainkan sebuah kristalisasi keringat.. (halah.. saya kok malah melu-melu gamblisannya mas tukul yang kalo saya pikir2 banyak benernya juga..)

ya, begitulah..

Categories: cerito · media