gumun + tergumun-gumun = gumunan

kanker: the bad memorial

February 14, 2007 · 30 Comments

sebuah judul tiba-tiba membuat saya terhenyak. sebuah tulisan (atau lbh tepatnya sebuah pengumuman sebuah program kerja) di wikimu berjudul “Hari Kanker Sedunia 2007 ‘Kanker pada Usia Muda’” ini mengembalikan pada ingatan yang terjadi 3 tahun yg lalu.

kanker darah.. hemm.. siapa mau melawan? almarhumah adik saya mengalami hal itu dan menyelesaikan pertarungannya di usia muda pula, 25 tahun. berawal dari rutinitas tes kesehatan (diagnosa/check darah) dari tempatnya bekerja. hasilnya mengejutkan, komposisi darah putih dan merah tidak berimbang. duh, biyung… jangan jangan?

awalnya kami enggan berpikir sampe ke penyakit ini. tapi tetep saja ada ketakutan besar di hati kecil saya. dan benar, akhirnya setelah uji laborat paling akhir, keluar vonis bahwa adik bungsu saya mengidap kanker darah, leukemia.. ya, vonis itu dapat dipastikan setelah diadakan check sungsum tulang belakang. ya Tuhan, kau memberinya penyakit yang sangat ganas dan paling ganas dari jenis leukemia. dan adik saya bertahan 6 bulan hingga tiba giliran sang Tuhan menjaganya di sana.

dokter ternama, berkelas, dan katanya paling jago soal kanker di sebuah rumah sakit negeri di jogja saja tidak mampu. optimismenya hanya berjalan di bulan pertama hingga kelima. kunjungan 5 menit setiap pagi selama 6 bulan itu tak nampak hasil positif. bantuan darah per 300 cc dari 30an sahabat dan usaha lebih dari 50 sahabat lain (yg trnyata tidak layak untuk diambil darahnya) tidak mampu melawan itu.. 100 juta lebih itu ternyata hanya mampu menebus obat (yg katanya standar luar negeri, bukan generik) dan biaya hunian kamar. (yg setiap hari jumat selalu ditagih, melalui telepon pula! huhh… bikin psikologis pasien drop, tauukkk!!!)

dan ternyata benar, pakar dan fasilitas dapat dibeli, kehidupan takkan ada yang mampu..

6 bulan saya juga hidup di rumah sakit itu. dan akhirnya saya baru sadar bahwa dia harus dan siap untuk pergi ketika dua hari di akhir hari adik saya berkata (entah kepada siapa), “adik-adik, sebentar ya? tunggu sebentar ya…”
ah, ternyata kamu menunggu semua kakakmu datang semua, dek… mungkin untuk pamit..

happy valentine, woro… damailah engkau di surga-Nya…

Categories: cerito